This is someone dying while having an MRI scan. Before you die, your brain releases tons and tons of endorphins that make you feel a range of emotions. Tragically beautiful.
(via mariaagustinasw)
This is someone dying while having an MRI scan. Before you die, your brain releases tons and tons of endorphins that make you feel a range of emotions. Tragically beautiful.
(via mariaagustinasw)
Rumor - Butiran Debu
Been playing this song like many times lately. Worth to listen to.
Forever loving her answer <3
waaah jawabannyaaaa \m/
Super duper intelligent answer!
(Source: duatawassul)
Kata Pengantar Bu Endang Rahayu Sedyaningsih di Bukunya: “Berdamai dengan Kanker” @ San Diego Hills (Memorial Park and Funeral Homes):
“Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi, saya tidak bertanya, “Why me?” Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini: hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbhakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. “So …. Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.”
Subhanallah, this… is a huuuge inspiration. Selamat jalan, Bu Endang. Semoga tenang di alam sana :’)
(Source: youtube.com, via mymedicalromances)
HEY, JACK. - MANGKOK PRODUCTION (2012)
Film pendek ini meraih medali emas di ajang Olymphiart 2012 “EMPEROR”.
Sinopsis :
Film ini menceritakan tentang bos dari organisasi gelap “Naga Api” yang disekap dan diintrogasi untuk membocorkan rahasia dari organisasinya. Film ini mengangkat tema kepemimpinan, bahwa betapa hebatnya kepemimpinan itu, bahkan di dunia kejahatan pun kepemipinan dibutuhkan.
__________________________________________________________
MANGKOK Production
Producer : Novia Rubianti
Director : Tiara Aulia M
Scriptwriter : Nareswara Anugrah, Kevin Fachri
Camera : Sanditya Fadli, Humala Prika
Editor : Drasthya Zarisha, Tiara Aulia
Artistic : Ari Sri Wulandari, Eliza Techa, Kevin Fachri
Music : Anggia Karina
FK UNPAD 2009 “BRILLIANT”
Sukses membuat saya mangap dan nggak percaya kalo ini buatan mahasiswa FK. Sukses terus Mangkooook :-)
The Purple (Vocal Group) - Cingcangkeling
This is our second performance singing a Sundanese song for the finale of Vocal Group competition in Olymphiart 2012 - Medical School of Unpad (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran). Praise be to the Only Lord, Allah, that we could finally win this competition. Thanks to 2010 (Perfecten) batch for all the supports :)
Credit to (from left to right): Suwanda, Nasika, Ande, Rahma, Fauzi (me), and Hasna.
The Purple (Vocal Group) - We Are the World
This is our first performance for the finale of Vocal Group competition in Olymphiart 2012 - Medical School of Unpad (Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran). There were some pitchy notes, we’re really sorry. But praise be to the Only Lord, Allah, that we could finally win this competition. Thanks to 2010 (Perfecten) batch for all the supports :)
I love it when Tumblr folk find new ways to explore this wonderful site lol.
(Source: iloveyourhumor, via rajaharahapp)
(Source: bintangkuning, via kuntawiaji)
FFFFFFFFUUUUUUUUUU! Sial, lol :))
(Source: , via sshhhitzme)
![]()
Terinspirasi sebuah kutipan alias quote dari teman-teman saya di FK Unpad,
“Biarkan orang lain mengetahui mimpi kamu, agar kelak kamu mempunyai rasa malu ketika tidak bisa menggapainya.”
saya pun ingin menuliskan mimpi saya di postingan ini. Hmmmm mimpi saya cukup banyak sih. Kalo mau ditulisin, mungkin kertasnya bakal panjang, sepanjang lika-liku perjalanan cinta saya *naon*
Katanya sih, dreaming sky high alias bermimpi setinggi langit itu cuma bakal bikin kita kecewa karena mungkin kita tidak akan bisa meraihnya. Tapi kan, hey, coba resapi kutipan berikut,
“Sure you’ll get disappointed once in a while, but it’s better to be disappointed and HAVE HOPE than to be disappointed that you don’t have anything because you never bothered to try.”
Lagian ya, setidaknya, ketika kita punya mimpi, ada peluang minimal 1% untuk mewujudkannya. 99% sisanya didapatkan dari “DUIT” alias (D)oa, (U)saha, (I)khtiar, dan (T)awakkal seperti kata @kamusfkup2010. Kalo tidak punya mimpi sama sekali, peluang kita untuk menggapainya tentu 0% alias gak akan pernah terwujud.
Sebenernya, awal tahun lalu, pas zaman-zamannya OPPEK (yak, saya nggak salah nulis. Di FK Unpad itu namanya oppek, bukan ospek), kami, para mahasiswa rapuh disuruh bikin semacam jurnal kehidupan mulai dari brojol sampai “kembali ke tanah”. Trus dibikinnya per tahun gitu, misalnya 0 tahun lahir, 1 tahun udah bisa merangkak, dan seterusnya. Nah, saya masih 19 tahun alias masih muda bin imut kaan, jadi untuk umur 20 tahun dan seterusnya itu semacam mimpi-mimpi kita mau kayak gimana. Jadi, design your own future lah istilahnya. Saya pun dengan penuh semangat bikin jurnal kehidupan itu dalam bentuk komik seperti ini…

So, langsung aja saya deskripsikan mimpi-mimpi saya. Here goes my very own list:
2012 (20 tahun): Terbang ke luar negeri. Huaaa mudah-mudahan masih sempet. Tersisa 8 bulan untuk mewujudkan hal ini. Tujuannya kemana? Kemana aja deh, yang penting luar negeri *haha* Sebenernya lebih pengen ke Eropa sih, penasaran banget sama kota-kota disana yang katanya sangat teratur, begitu menghargai pejalan kaki, sepeda jadi transportasi utamanya, trus yang namanya macet seolah nggak pernah terjadi. What a heavenly place…
![]()
2013: Dipanggil sebagai Fauzi, S.Ked. (sarjana kedokteran) sama protokoler di wisuda pertama nanti, diikuti kata cum laude. Agak susah ini mesti cum laude, hahaa IPK saya sekarang masih 3 pas-pasan. Kata orang sih, nilai nggak penting, yang penting itu ilmunya. Tapi bagi saya keduanya sama-sama penting, soalnya “nilai” merupakan satu-satunya indikator objektif pencapaian belajar seseorang.
2014: Mulai sibuk Co-ass. Harapan saya di tahun ini semoga bisa mengikuti alur pendidikan co-ass dengan baik. Saya masih was-was, katanya bakal supersibuk di kehidupan co-ass nanti. Sistem penilaian pun bakal lebih strict. Saya denger di detik-detik akhir penantian menjadi dokter, hanya 50% angkatan 2006 kemarin yang lulus. Sisanya mesti ngulang. How cruel!
2015: Mendapatkan titel Dr. di depan nama saya, lagi-lagi dengan predikat cum laude. Amiiin. Lanjut program internship di Kalimantan. Tapi orang tua nggak setuju, mereka pengennya saya di Jawa Barat aja (lagi-lagiSundanese rule: “makan nggak makan, yang penting kumpul sama keluarga” *grrrrr*). Dari dulu saya pengen banget merasakan hidup di Kalimantan yang katanya tenang itu. Ah, saya harus me-lobby lebih keras lagi nih sama orang tua.

2016-2017 (25 thn): Beres internship, baru balik lagi ke Jawa Barat, jadi dokter umum di RS pemerintahan (PNS gitu deh), biar dapet gaji yang stabil per bulannya. Yang jelas saya nggak mau di kota besar macam Bandung, bakal nggak betah dengan hiruk-pikuk plus kemacetan luar biasa. Trus pengennya punya klinik pribadi juga. Selain jadi dokter, saya juga pengen punya usaha alias bisnis sendiri. Karena kayaknya nggak etis gitu dapet duit dari pasien yang notabene sedang kesusahan. Sudah sakit, harus bayar mahal buat tarif dokter dan obat-obatan; kayak peribahasa sudah jatuh, ketiban tangga pula.
![]()
2018: Bagi saya tahun ini adalah tahun yang tepat buat *ehem* menikah. Semoga saya sudah bisa mengumpulkan uang cukup banyak setelah 3 tahun jadi dokter. Sayang, sampe sekarang belum ada calonnya. Cukup, cukup. Jangan mulai galaunya! *hehe*

2019: Bayi pertama! Harapannya sih laki-laki dulu. Yeaaah! Come to papa.
2020-2022 (30thn): Saya pikir ini sudah waktunya buat jadi spesialis. Mimpinya sih ngambil pendidikan ini di Erasmus Universiteit, Belanda, atau University of Heidelberg, Jerman. Wuoooh di mana aja deh yang penting Eropa. Nah, selama 3 tahun menempuh pendidikan di sana, semoga mimpi saya untuk keliling Eropa dan minimal menginjakkan kaki di setiap negaranya bisa terwujud. Lalu nama saya berubah menjadi Dr. Fauzi, Sp.PK (spesialis Patologi Klinik). Gelar dari Eropa bakal beda kali yaa, bukan Sp.PK. Yang penting patologi klinik pokoknyaa, pengen jadi dokter yang banyak menghabiskan waktu untuk meneliti di laboratorium haha. *jadi berasa freak*
2023: Bayi kedua! Kali ini semoga beda jenis kelamin dengan yang pertama. Dan pokoknya saya cuma pengen punya anak dua, sesuai dengan imbauan pemerintah, “dua anak cukup”.

2024-2026: Mimpi saya adalah bergelimang harta. Tidak dapat dimungkiri (yak, saya nggak salah nulis, karena tidak ada kata dasar “pungkir” dalam KBBI hehe), bahwa manusia tidak ingin hidup di bawah garis kemiskinan. Pokoknya di tahun-tahun ini saya ingin sekali membangun rumah sesuai dengan rancangan sendiri. Syukur kalo bisa tercapai sebelum tahun ini. Saya juga ingin membeli mobil terbang (mungkin sudah ada teknologi seperti itu di tahun ini haha). Pokoknya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersier keluarga, bukan cuma primer dan sekunder ~:)
2027 (35 thn): Saya pikir ini waktu yang tepat buat bisa naik haji bareng istri, karena anak-anak saya sudah cukup besar untuk ditinggal pergi selama 40 hari. Yuhuu, bulan madu, salah banget, naik haji bukan waktunya bulan madu hehe.

2028-2030: Mengambil program doktor di Benua Amerika kali ini. Woohooo, bakal dapet gelar setingkat Ph.D. gitu deh.
2031-2032 (40 thn): It’s time to explore the world. Nah, ini baru bulan madu >:) Keliling dunia bareng istri dan anak-anak tercinta. How cute! Saya bermimpi untuk mengunjungi negara-negara yang sangat tidak terkenal di dunia, semacam Republik Nagorno-Karabakh di Asia Tengah, Tokelau di deket New Zealand, atau Guernsey di Eropa.

2033: Mendirikan Js Center di kota kelahiran tercinta: Kuningan. Js itu nama marga buat anak-ana saya kelak, eheheh. “J” itu kependekan dari nama ayah saya: Jaenudin, kalo “S” itu kakek saya: Suarja. Makanya nama akun facebook saya juga Fauzi Js :)) Di Js Center itu bakal saya bangun institusi pendidikan, pusat kesehatan, taman rekreasi, masjid, sampe pusat kebudayaan Sunda. Amin banget inii!
2034-2041: Pokoknya kehidupan keluarga semakin sukses. Anak-anak sukses di universitas pilihannya, Js Center semakin maju, kebanyakan uang sampe bingung mau diapain. Saya juga pengen menjadi saksi hidup kemajuan Indonesia yang di tahun-tahun ini bakal menjadi mercusuar dunia. Yuhuu. Trus trus, mungkin di zaman ini teknologi bakal jauh makin canggih. Dan anak saya kelak mungkin bakal berceloteh, “Ih, Ayah gaptek.” Ini sama halnya seperti ayah saya yang tidak bisa mengoperasikan laptop, dan tidak mengenal internet. Ups.
2042-2051 (50 tahunan): Menjadi profesor dan guru besar di kampus kebanggaan saya, FK Unpad; menyaksikan pernikahan anak-anak saya kelak; mendapat banyak cucu; pokoknya marga Js bakal sukses terus.
2052 dan seterusnya: Bahagia selamanya, meneruskan hidup hingga ajal menjelang, mati dalam keadaan husnul khatimah.
Doakan saya agar bisa mencapai ini semua yaa. Amiiiin. ~:)
